Skip to content

HIATOTO 📚 Dua Vokal Berdekatan Tak Selalu Dibaca Menyatu: Memahami Hiatus, Pemenggalan Suku Kata, dan Contoh Kata Membantu Membaca dengan Lebih Cermat

By hiatoto

Before you buy

  • Review the item preview
  • Check software compatibility
  • Read the license terms
  • Check the included files
Already have an account? Sign in
Sign in

Product details

Ilustrasi belajar ini membandingkan dua kata yang sama-sama memiliki vokal berdekatan: saat dapat dipenggal sa-at, sedangkan pantai menjadi pan-tai. Perbedaan itu menunjukkan bahwa dua huruf vokal yang berdampingan belum tentu dibaca dalam satu suku kata.

HIATOTO: Mengenali hiatus dari pemenggalan suku kata

Hiatus terjadi ketika dua vokal berurutan diucapkan sebagai bagian dari dua suku kata yang berbeda. Pada kata saat, misalnya, vokal a pertama mengakhiri suku kata sa, sementara vokal a berikutnya memulai suku kata at. Contoh lain ialah ma-af, ta-at, do-a, di-a, dan ku-e.

Tanda hubung pada bentuk seperti sa-at hanya membantu memperlihatkan batas suku kata. Kata dalam tulisan biasa tetap ditulis saat, tanpa tanda hubung.

Bedanya hiatus dengan diftong

Diftong adalah gabungan dua vokal yang diucapkan dalam satu suku kata. Dalam kata seperti pantai, bunyi ai tetap berada dalam suku kata tai. Gabungan yang lazim dikenali sebagai diftong dalam bahasa Indonesia mencakup ai, au, ei, dan oi, seperti pada contoh berikut:

  • pan-tai: ai berada dalam satu suku kata.
  • pu-lau: au berada dalam satu suku kata.
  • sur-vei: ei berada dalam satu suku kata.
  • am-boi: oi berada dalam satu suku kata.

Namun, urutan huruf yang sama tidak otomatis menghasilkan diftong. Pada kata air, misalnya, pemenggalannya a-ir; pada main, ma-in. Di kedua kata itu, vokal yang berdekatan masuk ke suku kata berbeda. Jadi, mengenali bunyinya dalam kata utuh lebih membantu daripada hanya melihat pasangan hurufnya.

Cara memeriksa batas suku kata

Untuk membedakan hiatus dan diftong, pecah kata secara perlahan tanpa memaksakan bunyinya. Perhatikan apakah setiap vokal membentuk puncak bunyi tersendiri atau kedua vokal meluncur bersama dalam satu suku kata. Setelah itu, gunakan tanda hubung sebagai penanda latihan, bukan sebagai bagian dari ejaan kata.

  • Jika dua vokal terdengar terpisah, tandai batas di antaranya: sa-at, ma-af, atau do-a.
  • Jika gabungan vokal terdengar menyatu dalam satu suku kata, pertahankan gabungan itu: pan-tai atau pu-lau.
  • Bandingkan kata yang memiliki urutan huruf serupa, seperti pantai dan air. Pantai menjadi pan-tai, sementara air menjadi a-ir.

Pemisahan ini berguna saat membaca kata dengan cermat maupun saat mempelajari susunan suku katanya. Kuncinya bukan sekadar menghitung huruf vokal, melainkan memperhatikan bagaimana vokal itu dikelompokkan dalam pengucapan.